Setahun pertama sudah banyak kemajuan yang diraih termasuk meraih rekor MURI
Radio MAS FM, Kota Malang – (Agus Yuwono), Dalam rangka memperingati Dies Natalisnya yang pertama pada 12 Juli 2008 mendatang, Universitas Ma Chung Kota Malang akan mengadakan seminar dan bedah buku dengan mendatangkan tokoh-tokoh nasional.
“Seminar yang kita adakan nanti bertema perpustakaan sebagai sumber lapangan pekerjaan yang akan menghadirkan Kresnayana yang akan dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya bagi peserta seminaer,” jelas Rektor Universitas Ma Chung Lee Nawati Limantara.
Menurut Limantara perpustakaan sangat berperan penting bagi kemajuan dan tingkat edukasi para mahasiswanya, dan ternyata perpustakaan itu berpeluang juga menjadi sumber pekerjaan.
“Nantinya perpustakaan Ma Chung akan berkonsep perpustakaan modern yang tidak hanya berisi material buku saja, tetapi juga electronik book (e book) yang memang membutuhkan dana yang cukup besar. Dan sebagai bentuk keseriusan dalam menggarap perpustakaan, untuk pengadaan buku perpustakaan saja Universitas Ma Chung menganggarkan dana sebesar Rp. 5 milyar,” ujar Limantara.
Selain seminar, Universitas Ma Chung juga akan mengadakan bedah buku yang berjudul Kearifan Timur, Etos Kerja dan Kepemimpinan, dimana Dies Natalis ini akan dihadiri oleh para pendiri universitas Ma Chung yang saat ini sudah tersebar di seluruh dunia seperti di Taiwan, China, Jerman, Australia, Amerika dan Indonesia.
University Based On Research
Dengan tujuan menjadi kampus yang berdasarkan riset (University Based on Research), Universitas Ma Chung sejak berdiri terus mencoba konsisten melaksanakan riset dan menerbitkannya.
Menurut Rektor Universitas Ma Chung, Lee Nawati Limantara, dalam jangka waktu satu tahun sejak berdiri sampai saat ini Universitas Ma Chung telah menghasilkan 81 publikasi artikel ilmiah yang dihasilkan dosen dan mahasiswanya melalui riset-riset mereka.
“Dengan jumlah sebanyak itu dalam setahun, artinya setiap minggunya Universitas Ma Chung menerbitkan 1 publikasi sebagai hasil dari riset yang telah dilakukan,”ujar Limantara.
Sementara itu untuk menunjang pelaksanaan risetnya, Universitas Ma Chung telah bekerja sama dengan Jerman dan beberapa negara lain untuk mendirikan laboratorium pigmen fotosintetis yang nantinya laboratorium itu akan menghasilkan contoh-contoh pigmen dari Sumber Daya Alam yang kaya dimiliki Indonesia.
“selain itu, nantinya Ma Chung juga akan membuat produk tersendiri yang akan dilempar ke pasar yang merupakan hasil riset internal dari Universitas Ma Chung,” jelas Lee Nawati limantara mengakhiri wawancara saat ditemui di kampusnya pada hari Rabu, (02/07). (AY)
DIarsipkan di bawah: Fact & Opinion